TPA DAN COVID-19

Di era globalisasi saat ini, salah satu aspek pendidikan agama yang kurang mendapat perhatian adalah pendidikan membaca Al-Qur’an. Pada umumnya orang tua lebih menitikberatkan pendidikan umum saja dan kurang memperhatikan pendidikan agama termasuk pendidikan membaca Al-Qur’an.
Sebagai langkah awal adalah meletakan dasar agama yang kuat pada anak sebagai persiapan untuk mengarungi hidup dan kehidupannya. Dengan dasar agama yang kuat, maka setelah menginjak dewasa akan lebih arif dan bijaksana dalam menentukan sikap, langkah dan keputusan hidupnya karena pendidikan agama adalah jiwa ( spiritualitas ) dari pendidikan.
Untuk itu pada masa kanak – kanak perlu adanya penanaman budi pekerti yang luhur dan keimanan yang berdasarkan pada tuntutan Allah swt. Dan pada masa inilah anak – anak harus mulai diperkenalkan pada Al Qur’an yang menjadi pegangan dan pedoman di kehidupannya nanti, sehingga ketika dewasa tidak kehilangan pegangan dan pedoman, meskipun badai topan melanda kehidupan rohaninya. Sedangkan lembaga – lembaga penidikan Islam di usia dini yang akan menjawab terhadap tantangan keringnya nilai spiritual dan keagamaan umat dewasa ini, yang tersebar keseluruh nusantara adalah taman pendidikan Al Qur’an ( TPA ).
Fenomena ini muncul tentunya akan membawa tujuan yang mulia yaitu sebagai penyelamat generasi penerus dan merupakan jawaban generasi mendatang, karena sejak dini sudah diperkenalkan nilai – nilai agama yang bersumber kepada wahyu ilahi rabbi yaitu Al Qur’an. Pendidikan di TPA ( Taman Pendidikan Al Qur’an) solusi dalam mendalami ilmu membaca AlQur’an di mulai dari generasi anak – anak sampai dewasa memanfatkan wadah ini. Hal ini disebabkan betapa pentingnya seorang muslim untuk dapat membaca Al Qur’an secara baik dan benar, itulah mengapa kehadiran TPA di tengah – tengah masyarakat selalu menjadi titik terang dalam memecahkan masalah – masalah dalam membaca Al Qur’an. TPA atau taman pendidikan Al Qur’an merupakan lembaga pendidikan non – formal yang menitikberatkan pada pembelajaran serta penanaman nilai – nilai Qur’ani pada anak usia pendidikan dasar. ( Badko Jateng, 2011:7 )
Keberhasilan suatu program, terutama pembelajaran dalam membaca Al Qur’an dalam proses belajar mengajar tidak lepas dari pemilihan metode dan menggunakan metode itu sendiri. Dalam mengajarkan al-Qur’an seorang guru atau ustadz/ustadzah dapat menggunakan metode yang bermacam macam. Yang mana setiap metode tersebut memiliki keistimewaan masing masing. Karena keberagaman ini gutu bisa memilih metode mana yang dirasakan cocok dan efisien untuk diguanakan dalam pembelajaran. Metode metode tersebut seperti metode Baghdadiyah, Qiroa’ti, Tilawah, al ‘Barqy. Dan salah satu metode yang sering dan mayoritas dipergunakan di Indonesia adalah metode Iqro’.
Buku metode Iqro’ ini biasanya disusun/dicetak dalam enam jilid, Di mana dalam setiap jilidnya terdapat petunjuk mengajar dengan tujuan untuk meudahkan setiap peserta didik (santri) yang akan menggunakannya, maupun ustadz/ustadzah yang akan menerapkan metode tersebut kepada santrinya. Metode iqro ini termasuk salah satu metode yang cukup dikenal dikalangan masyarakat, karena metode ini sudah umum digunakan ditengah tengah masayarakat Indonesia.
Kemudian Latar belakang virus Corona atau COVID-19, kasusnya dimulai dengan pneumonia atau radang paru-paru misterius pada Desember 2019. Kasus ini diduga berkaitan dengan pasar hewan Huanan di Wuhan yang menjual berbagai jenis daging binatang, termasuk yang tidak biasa dikonsumsi, misal ular, kelelawar, dan berbagai jenis tikus.

Kasus infeksi pneumonia misterius ini memang banyak ditemukan di pasar hewan tersebut. Virus Corona atau COVID-19 diduga dibawa kelelawar dan hewan lain yang dimakan manusia hingga terjadi penularan. Coronavirus sebetulnya tidak asing dalam dunia kesehatan hewan, tapi hanya beberapa jenis yang mampu menginfeksi manusia hingga menjadi penyakit radang paru.

Sebelum COVID-19 mewabah, dunia sempat heboh dengan SARS dan MERS, yang juga berkaitan dengan virus Corona. Dengan latar belakang tersebut, virus Corona bukan kali ini saja membuat warga dunia panik. Memiliki gejala yang sama-sama mirip flu, virus Corona berkembang cepat hingga mengakibatkan infeksi lebih parah dan gagal organ.

 174 Kunjungan,  1 Kunjungan hari ini

Like & Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*