PERENCANAAN DAN DESAIN PEMBELAJARAN MODEL ASSURE

Nur Saputri/20171552021

Dalam menyusun suatu kegiatan pembelajaran tidak mungkin memiliki tujuan yang ingin dicapai. Untuk mencapai tujuan itu tentu diperlukan suatu metode, media dan materi pembelajaran yang bisa jadi mempermudah suatu kegiatan pembelajaran.

Model desain pembelajaran assure ini dikembangkan oleh Sharon Smaldino, Robert Henich, James Rusell dan Miichael Molenda (2011) dalam buku “Instructional Technology and Media for Learning ”. Model ASSURE, merupakan satu desain model pembelajaran yang sederhana yang dapat digunakan untuk menciptakan sebuah pembelajaran sukses. Model pembelajaran ini bersifat praktis dan mudah untuk digunakan. Selain itu model ASSURE sesuai untuk digunakan dalam aktivitas pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas maupun program pelatihan.

Untuk  langkah di dalam proses perencanaan pembelajaran Model ASSURE

  1. Analisis siswa :  langkah pertama dalam perencanaan untuk mengetahui dan menganalisis siswa sehingga bisa diasosiasikan hasil belajarnya.
  2. Menentukan Tujuan: menentukan standar dan tujuannya sespesifik mungkin. Dengan menyusun kurikulum dan teknologi disesuaikan dengan menyusun kurikulum daerah berdasarkan kurikulum nasional.
  3. Memilih Strategi, Media dan materi: Strateginya Terpusat pada guru dan Terpusat pada siswa. Teknologi dan medianya disesuaikan tujuan dan ditentukan. Memilih, mengubah dan merancang materi disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.
  4. Penggunaan teknologi, media dan materi; dalam step ini seorang guru menggunakan teknologi, media dan materi membantu siswa mencapai tujuan pembelajarannya.
  5. Melibatkan Peserta Didik: Dengan cara Latihan: Diskusi, kuis singkat, atau latihan penerapan.
  6. Mengevaluasi dan Merevisi: Menilai pencapaian peserta didik dengan: ujian tertulis, peneliaan autentik, portofolio. Mengevaluasi, dan merevisi strategimedia dan materi: melalui survey atau diskusi dengan peserta didik.

Manfaat dari model ASSURE, yaitu (Dewi Salma Prawiradilaga, 2007) :

•Sederhana, relatif mudah untuk diterapkan.

•Karena sederhana, maka dapat dikembangkan sendiri oleh pengajar.

•Komponen KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) lengkap.

•Peserta didik dapat dilibatkan dalam persiapan untuk KBM.

Dalam memberikan pembelajaran pendidik harus bisa menjadikan bagaimana pembelajaran tersebut dapat membentuk peserta didik yang memiliki sikap, kecerdasan dan keterampilan sesuai dengan tujuan pendidikan. Untuk mencapai itu semua ada beberapa hal yang bisa digunakan guru dalam proses pembelajarannya yaitu seperti guru harus bisa menggunakan media, metode, strategi, teknik atau pun model pembelajaran yang dapat mendukung proses pembelajaran.

 364 Kunjungan,  1 Kunjungan hari ini

Like & Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*