Cerdas Tingkat Nasional Dengan Model Pengembangan Instruksional (MPI)

An Ethnic teacher is leading a class of elementary school children. There are various posters on the wall, and drawings on the chalkboard. Students are putting up their hands to answer a question.
Belajar Model Pembelajaran Instruksional

Menjadi sosok yang dikenal masyarakat sebagai ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ tentu bukanlah hal yang mudah dilakukan, berat diniatkan dan susah dijalankan lebih-lebih jika kita melihat betapa mirisnya penghargaan yg diberikan Negara kepada mereka yang statusnya masih guru honorer. Tidak jarang peluh keringat sampai mulut berbusa karna sekian banyaknya jam mengajar harganya tidak sebanding dengan slip gaji yang mereka terima. Profesi mereka mempunyai impian besar seperti yang sudah tertuang dalam kalimat ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’ pada pembukaan UUD 1945 alinea keempat.

Sudah beribu cara yang dilakukan orang yang berprofesi sebagai guru untuk mewujudkan impian besar tersebut yang salah satu caranya yaitu dengan membuat model pembelajaran se efektif dan se efisien mungkin dengan harapan para anak-anak didik yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa menjadi mudah memahami apa yang mereka pelajari terlebih lagi di masa pandemic Covid-19 ini.

Salah satu model itu adalah model pembelajaran instruksional, Model ini merupakan suatu proses menentukan dan menciptakan situasi dan kondisi tertentu yang menyebabkan siswa dapat berinteraksi sedemikian rupa sehingga terjadi perubahan di dalam tingkah lakunya (Carey, 1977). Dengan kata lain, seberapa erat komunikasi emosional antara guru dan murid berbanding lurus dengan tingkat keberhasilan model pembelajaran ini.

Di Indonesia tentulah model pembelajaran ini akan semakin efektif seiring meningkatnya status pendidikan siswa, misalnya antara dosen dan mahasiswa yang secara mental sudah lebih siap berkomunikasi. Salah satu keunggulan model ini bisa digunakan baik ketika luring maupun daring seperti keadaan sekarang ini, dengan adanya teknologi yang memungkinkan guru dan siswa tetap bias bertatap muka meski mereka berjauhan tempat tinggal bukanlah alasan untuk tidak menggunakan metode ini. Tentu kita tahu bahwa pembelajaran daring karena pandemi ini sudah memasuki bulan ke Sembilan, model ini diharapkan menjadi salah satu solusi bagi guru dengan menggunakannya semaksimal mungkin meski tidak akan se efektif pembelajaran luring.

Dalam penggunaan metode ini ada dua proses pengembangan, pertama ialah pendekatan secara empiris yang menggunakan dasar-dasar teori, bahan pengajaran disusun berdasarkan pengalaman pengembang. Pendekatan kedua ialah dengan pendekatan model. Dalam penyusunan rancangan pengajaran ada langkah-langkah secara sistem : cara mencapainya dipilihkan cara-cara tertentu, kondisi tertentu, dan perubahan tertentu. Hasil uji coba memberi informasi tertentu yang dapat dijadikan bahan penilaian perihal tingkat kesulitan suatu program.

Sebagai penutup tentu model ini masih jauh dari kata paripurna, harus ada beberapa model yang harus dikomparasi agar pengalaman pembelajaran menjadi semakin efektif. Dalam arti lain, perjuangan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa masih menemui jalan panjang dan berliku dengan tantangan zaman yang berbeda pula namun tidak ada kata lelah untuk meneruskan perjuangan ini.

 153 Kunjungan,  4 Kunjungan hari ini

Like & Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*